[Dasar Python]: Action Lebih Cepat Dengan Function (Bag. 3)

Pada bagian yang ketiga ini, tentunya masih membahas tentang cara menggunakan FUNCTION di Python, kita akan belajar lebih jauh tentang Default Argument. Sebelumnya kita telah belajar apa itu Required Argument, dan dilanjutkan Keyword Argument. Nah saatnya kita mulai saja sekarang…Konsentrasi ya…

Default Argument

Ketika suatu fungsi terdiri dari banyak argumen, maka akan sangat tepat jika kita menggunakan suatu nilai default untuk tiap-tiap argumen. Default argument merupakan argumen yang diisi dengan sebuah nilai default jika dalam pemanggilan suatu fungsi, kita tidak memberikan nilai pada argumen tersebut. Berikut contoh dari penggunaan argumen default,

>>> def bonus_penjualan(totalPenjualan, persentase=0.2):
...     print("Bonus Penjualan:", totalPenjualan*persentase)
... 
>>> bonus_penjualan(1000000)
Bonus Penjualan: 200000.0

Pada contoh di atas, fungsi bonus_penjualan akan menampilkan jumlah bonus penjualan sebesar 20% dari total penjualan yang tercapai. Dari listing kode di atas terlihat jelas bahwa totalPenjualan merupakan required argument sedangkan persentase merupakan default argument. Pada saat kita tidak memberikan suatu nilai pada persentase, maka secara default persentase akan bernilai 20% (atau 0.2). Jika kita ganti, misalkan dengan nilai 30% (atau 0.3), maka nilai yang akan digunakan adalah yang kita isikan yaitu 0.3.

>>> bonus_penjualan(1000000, 0.3)
Bonus Penjualan: 300000.0

Dalam menuliskan suatu fungsi yang berisi banyak argumen, kita harus menuliskan required argument terlebih dahulu kemudian default argument. Jika kita balik, maka akan terjadi error.

>>> def Laba(persen=0.15, totJual):
...     print("Laba: ",totJual*persen)
... 
  File "<stdin>", line 1
SyntaxError: non-default argument follows default argument

Dalam hal pemanggilan fungsi, kita diperbolehkan untuk memanggil argumen secara acak, dengan syarat kita harus menggunakan keyword argument.

>>> def Pola(tipe, jejari=2, panjang=3, lebar=4): 
...     pass

Fungsi di atas dapat kita panggil dengan berbagai cara, yaitu:

>>> Pola('lingkaran')
>>> Pola(jejari=7, tipe='kotak')
>>> Pola('segibanyak', 3, 5, 4)
>>> Pola('kerucut', 2, 1)

Yes!…Akhirnya kita sudah selesai membahas tentang pemanggilan fungsi dengan argumen. Ternyata menarik dan mudah kan? Nah, pada pembahasan selanjutnya, kita akan belajar penggunaan argumen pada suatu fungsi di Python yang sangat-sangat berbeda bahkan tidak ada di bahasa pemrograman lain. Mau tahu bagaimana caranya? Tunggu saja artikel selanjutnya…

Salam PythonMania!

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s